Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
mahasiswaPolitikSulawesi Tengah

Gelar Mimbar Bebas: 80 Tahun Indonesia (C)emas, Ketua BEM FISIP UNTAD : Mahasiswa tidak boleh menutup mata atas rezim

92
×

Gelar Mimbar Bebas: 80 Tahun Indonesia (C)emas, Ketua BEM FISIP UNTAD : Mahasiswa tidak boleh menutup mata atas rezim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Palu 17/08/2025– Dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako menggelar Mimbar Bebas bertajuk “80 Tahun Indonesia (C)emas” di Taman Universitas Tadulako. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai masih jauh dari cita-cita kemerdekaan.
Ketua BEM FISIP Untad, Ahmad Fahrozy, menegaskan bahwa tema tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap situasi sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di Indonesia. “Kegiatan ini bukan sekedar seremonial tapi bentuk keresahan saya selaku masyarakat indonesia karna sampai detik ini permasalahan yang ada di indonesia tak kunjung terselesaikan,maka dari itu kita sebagai mahasiswa tidak bisa menutup mata dengan rezim saat ini,” ungkap Fahrozy.

Example 300x600

Mimbar bebas tersebut diikuti mahasiswa lintas fakultas, mulai dari FISIP, Fakultas Kehutanan, hingga Fakultas Hukum. Para peserta menyampaikan aspirasi, kritik, dan keresahan terkait berbagai persoalan nasional, termasuk kenaikan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat, kerusakan lingkungan akibat ekspansi tambang, serta dominasi oligarki dalam pengambilan kebijakan publik.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti langkah pemerintah yang dinilai terburu-buru dalam mengesahkan RUU TNI-POLRI meski mendapat penolakan dari masyarakat luas. Menurut mereka, hal ini menunjukkan adanya kecenderungan pengabaian aspirasi rakyat di tengah kompleksitas persoalan bangsa.

Kegiatan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran mahasiswa dan masyarakat agar lebih kritis, serta menjadi momentum refleksi bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai secara seremonial, melainkan diwujudkan melalui keadilan sosial, penegakan hukum yang tegas, dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *