Palu 17/08/2025– Dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako menggelar Mimbar Bebas bertajuk “80 Tahun Indonesia (C)emas” di Taman Universitas Tadulako. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai masih jauh dari cita-cita kemerdekaan.
Ketua BEM FISIP Untad, Ahmad Fahrozy, menegaskan bahwa tema tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap situasi sosial, ekonomi, dan politik yang berkembang di Indonesia. “Kegiatan ini bukan sekedar seremonial tapi bentuk keresahan saya selaku masyarakat indonesia karna sampai detik ini permasalahan yang ada di indonesia tak kunjung terselesaikan,maka dari itu kita sebagai mahasiswa tidak bisa menutup mata dengan rezim saat ini,” ungkap Fahrozy.
Mimbar bebas tersebut diikuti mahasiswa lintas fakultas, mulai dari FISIP, Fakultas Kehutanan, hingga Fakultas Hukum. Para peserta menyampaikan aspirasi, kritik, dan keresahan terkait berbagai persoalan nasional, termasuk kenaikan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat, kerusakan lingkungan akibat ekspansi tambang, serta dominasi oligarki dalam pengambilan kebijakan publik.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti langkah pemerintah yang dinilai terburu-buru dalam mengesahkan RUU TNI-POLRI meski mendapat penolakan dari masyarakat luas. Menurut mereka, hal ini menunjukkan adanya kecenderungan pengabaian aspirasi rakyat di tengah kompleksitas persoalan bangsa.
Kegiatan ini diharapkan mampu menggugah kesadaran mahasiswa dan masyarakat agar lebih kritis, serta menjadi momentum refleksi bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai secara seremonial, melainkan diwujudkan melalui keadilan sosial, penegakan hukum yang tegas, dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.